a) Fokus filsafat ilmu pengetahuan
Fokus
filsafat ilmu pengetahuan adalah masalah metode ilmu pengethauan. Maka logika
dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu
pengetahuan. Tugas filsafat ilmu pengetahuan adalah membuka pikiran kita untuk
mempelajari dengan serius proses logis dan imajinatif dalam cara kerja ilmu
pengetahuan.
Ilmu
pengetahuan merupakan karya budi yang logis dan imajinatif. Tanpa imajinasi dan
logika dari seorang kopernikus, suatu gagasan besar tentang heliosentrisme
tidak akan muncul. Begiti juga halnya jika kita berbicara tentang ilmuan-ilmuan
lain. Metode-metode ilmu pengetahuan adalah metode-metode yang logis karena
ilmu pengetahuan mempraktekan logika. Namun selain logika temuan-temuan dalam
ilmu pengetahuan dimungkinkan oleh akan budi manusia yang terbuka pada
realitis. Keterbukaan budi manusia pada realitas itu kita sebut imajinasi. Maka
logika dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu
pengetahuan.
Tak
pernah ada imajinasi tanpa logika dalam ilmu pengetahuan. Keduannya akan
berjalan bersamaan. Namun pendekatan pertama tidaklah cukup. Ilmu pengetahuan
telah berkembang sebagai bagian dari hidup kita sebagai manusia dalam
masyarakat. Dengan alasan itu, filsafat ilmu pengetahuan pelu mengarahkan diri
selain kepada pembicaraan tentang masalah metode ilmu pengetahuan juga harus
berbicara tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat. Implikasi
sosial dan etis dari ilmu pengetahuan akan dibicarakan dalam konteks ini. Topik
yang dibicarakan disini antara lain adalah hubungan antara ilmu pengetahuan
dengan life-world, antara ilmu pengetahuan dan politik, bagaimana
harus membangun ilmu pengetahuan dalam masyarakat.
b) Manfaat
belajar filsafat ilmu pengetahuan
Pertama,
membantu mahasiswa untuk semakin kritis dalam sikap ilmiahnya. Mahasiswa
dituntut untuk tetap kritis terhadap berbagai macam teori dan pengetahuan
ilmiah yang diperoleh baik di ruang kuliah maupun dari berbagai sumber yang
dapat diperolehnya. Kedua, bagi calon ilmuwan dengan memperkenalkan mereka
dengan metode ilmu pengetahuan yang kiranya sangat berguna bagi mereka dalam
mencari ilmu pengetahuan, khususnya dalam melakukan penelitian ilmiah. Ketiga,
lebih praktis sifatnya, yaitu membantu kerja mahasiswa tersebut kelak
dikemudian hari.yang dibutuhkan dari seseorang yang professional dalam bidang
pekerjaannya adalah pertama-tama, kemampuan untuk melihat masalah, dimana
masalahnya, seberapa besar masalahnya, apa dampaknya, dan bagaimana
mengatasinya. Keempat, adalah bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya bersifat
puritan-elitis, melainkan juga pragmatis. Jadi, ilmu pengetahuan tidak hanya
berhenti sekedar memuaskan rasa ingin tahu manusia, melainkan juga bermaksud
membantu manusia untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi manusia
dalam hidupnya.
Manfaat
belajar filsafat ilmu pengetahuan yaitu :
1. Dengan berfilsafat, seseorang akan lebih menjadi manusia, karena terus
melakukan perenungan akan menganalisa hakikat jasmani dan hakikat rohani
manusia dalam kehidupan di dunia agar bertindak bijaksana;
2. Dengan berfilsafat seseorang dapat memaknai makna hakikat hidup manusia, baik dalam lingkup pribadi maupun social;
3. Kebiasaan menganalisisi segala sesuatu dalam hidup seperti yang diajarkan dalam metode berfilsafat, akan menjadikan seseorang cerdas, kritis, sistematis, dan objektif dalam melihat dan memecahkan beragam problema kehidupan, sehingga mampu meraih kualitas, keunggulan;
4. Dengan berfilsafat manusia selalu dilatih, dididik untuk berfikir secara universal, multidimensional, komprehensif, dan mendalam;
5. Belajar filsafat akan melatih seseorang untuk mampu meningkatkan kualitas berfikir secara mandiri keberagaman dan keunggulan orang lain;
6. Belajar filsafat akan memberikan dasar-dasar semua bidang kajian pengetahuan, memberikan pandangan yang sintesis atau pemahaman atas hakikat kesatuan semua pengetahuan dan kehidupan manusia lebih dipimpin oleh pengetahuan yang baik.
2. Dengan berfilsafat seseorang dapat memaknai makna hakikat hidup manusia, baik dalam lingkup pribadi maupun social;
3. Kebiasaan menganalisisi segala sesuatu dalam hidup seperti yang diajarkan dalam metode berfilsafat, akan menjadikan seseorang cerdas, kritis, sistematis, dan objektif dalam melihat dan memecahkan beragam problema kehidupan, sehingga mampu meraih kualitas, keunggulan;
4. Dengan berfilsafat manusia selalu dilatih, dididik untuk berfikir secara universal, multidimensional, komprehensif, dan mendalam;
5. Belajar filsafat akan melatih seseorang untuk mampu meningkatkan kualitas berfikir secara mandiri keberagaman dan keunggulan orang lain;
6. Belajar filsafat akan memberikan dasar-dasar semua bidang kajian pengetahuan, memberikan pandangan yang sintesis atau pemahaman atas hakikat kesatuan semua pengetahuan dan kehidupan manusia lebih dipimpin oleh pengetahuan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar