Rabu, 07 Oktober 2015

SHIME CULTURE AND GUILT CULTURE,KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB,NILAI DAN NORMA



SHIME CULTURE AND GUILT CULTURE
Pada  tahun 1948 Ruth Benedict seorang antroplog  dalam bukunya yang berjudul  The Chrysanthemum and the Sword, memperkenalkan istilah Shame Culture (Budaya Malu) dan Guilt Culture (Budaya Bersalah) yang digunakan sebagai dikotomi pembagian  bagaimana pola pikir Barat  dan Timur.  Barat  di kategorikan sebagai guilt culture dimana  orang merasa  bersalah kalau melakukan sesuatu perbuatan yang salah sekalipun tidak ada yang melihat.Shame Culture & guilt culture ialah kebudayaan malu dan kebudayaan bersalah.Shame culture seluruhnya ditandai oleh rasa malu tidak dikenal rasa bersalah.Guilt culture terdapat rasa bersalah.Pada Shame Culture pengertian seperti Reputasi, Hormat, Nama Baik dan Generasi sangat ditekankan.Bila seseorang berbuat salah jangan sampai diketahui oleh orang lain, agar si pelaku tidak kehilangan muka karena adanya sanksi dari luar yang dikatakan oleh orang lain. Disini tidak ada hati nurani.Guilt Culture – kebudayaan ada pengertian – pengertian seperti dosa (sin) kebersalahan (guilt). Walaupun kesalahan atau kejahatan tidak diketahui oleh orang lain, si pelaku merasa bersalah, rasa menyesal dan kurang tenang, rasa bersalah itu timbul dari batin orang yang bersangkutan. Pada guilt culture hati nurani memegang peranan penting.Menurut para ahli hampir semua kebudayan asia dan kebanyakan kebudayaan primitive ( seperti suku Indian di amerika ) adalah Shame Culture. Kebudayaan barat di Eropa, Amerika adalah Guilt culture, memiliki norma – norma moral absolute. Shame culture bersifat statis, ketinggalan dibidang ekonomi, tidak mempunyai norma – norma moral yang absolute, ditandai oleh psikologis masa.

KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB
A.      KEBEBASAN
Dalam KBBI bebas adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu) Dalam filsafat pengertian kebebasan adalah Kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Kebebasan lebih bermakna positif, dan ia ada sebagai konsekuensi dari adanya potensi manusia untuk dapat berpikir dan berkehendak. Sudah menjadi kodrat manusia untuk menjadi mahluk yang memiliki kebebasan, bebas untuk berpikir, berkehandak, dan berbuat.
Lebih jauh, Kamus John Kersey mengartikan bahwa ‘kebebasan’ adalah sebagai ‘kemerdekaan, meninggalkan atau bebas meninggalkan.’ Artinya, semua orang bebas untuk tidak melakukan atau melakukan suatu hal. Menurut Black, ‘kebebasan’ diartikan sebagai sebuah kemerdekaan dari semua bentuk-bentuk larangan kecuali larangan yang telah diatur didalam undang-undang.kenapa kita harus membahas kebebasan? karna adanya peraturan – peraturan hanya masuk akal karena manusia memiliki kebebasan.
Ada 2 arti kebebasan :
- kebebasan yang kita terima dari orang lain ( kebebasan sosial)
- kebebasan kemampuan kita untuk menetukan tindakan kita sendiri ( kebebasan eksistensial )
-Kebebasan Eksistensial adalah kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri sebagai manusia. Kebebasan disini bukan bebas dari apa, melainkan bebas untuk apa?.Kita mampu menentukan tindakan sendiri.
Karena kebebasannya manusia adalah makhluk yang otonom, yang menentukan dirinya sendiri, yang dapat mengambil sikap sendiri.Jadi kebebasan adalah mahkota martabat kita sebagai manusia. Kita terhadap usaha orang lain untuk menggerogotinya. Manusia itu bebas apabila kemungkinan – kemungkinannya untuk bertindak tidak dibatasi oleh orang lain.
Kebebasan sosial adalah keadaan dimana kemungkinan – kemungkinan kita untuk bertindak tidak dibatasi dengan sengaja oleh orang lain.Ada 3 macam kebebasan Sosial :
1.       Kebebasan Jasmani
2.       Kebebasan Rohani
3.       kebebasan Normatif, bila kita bebas dari kewajiban & larangan
B.        Tanggung Jawab
Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak bila diminta penjelasan tentang tingkah laku atau perbuatannya. Dalam tanggung jawab terkandung pengertian penyebab. Orang bertanggung jawab atas sesuatu yang disebabkan olehnya. Orang yang tidak menjadi penyebab suatu akibat maka dia tidak harus bertanggung jawab juga. Tanggung jawab bisa berarti langsung atau tidak langsung.
Tanggung jawab ada kaitannya dengan “Jawab “
Bertanggung jawab berarti dapat menjawab, bila ditanya tentang perbuatan – perbuatan yang dilakukan.Bertanggung jawab berarti orang tidak bisa mengelak, bila dimita penjelasan tentang perbuatannya.
Tanggung Jawab dan kebebasan
Dalam tanggung jawab mengandung pengertian penyebab.Orang bertanggung jawab atas sesuatu yang disebabkan olehnya misalnya seseorang menabrak orang yang menabrak harus bertanggung jawab.Ada orang yang menolak untuk bertanggung jawab karena merasa kebebasannya dibatasi oleh tanggung jawab.Menolak untuk bertanggung jawab berarti tahu atau sadar tentang apa yang seharusnya dilakukannya, tetapi tidak melakukannya juga.Jadi kebebasan eksistensial sebagai kemampuan manusia untuk menentukan dirinya berkembang dan mejadi kuat semakin orang bersedia untuk bertanggung jawab. 
NILAI DAN NORMA
a.       Nilai pada umumnya
Nilai adalah sesuatu yang abstrak, bukan konkret. Nilai hanya bisa dipikirkan, dipahami, dan dihayati. Nilai juga berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan, dan hal-hal yang bersifat batiniah. Menilai berati menimbang, yaitu kegiatan manusia yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengambil suatu keputusan.
Nilai bisa dikatakan merupakan :Sesuatu yang menarik bagi kita,Sesuatu yang kita cari,Sesuatu yang menyenangkan,Sesuatu yang diinginkan dan disukai.Jadi nilai adalah sesuatu yang kita iyakan atau aminkan, nilai selalu mempunyai konotasi positif.Yang kita jauhi seperti penderitaan, penyakit atau kematian adalah lawan dari nilai atau non nilai atau disvalue (nilai negatif). Pembahasan tentang nilai sebagai cabang filsafat yaitu “aksiologi” atau “teori nilai “. Untuk menjelaskan nilai adalah dengan memperbandingkan dengan fakta. Fakta adalah unsur yang dapat dijelaskan satu demi satu & uraiannya pada prinsipnya dapat diterima oleh semua orang.Nilai berperan dalam suasana apresiasi atau penilaian dan akibatnya sering akan dinilai secara berbeda oleh berbagai orang.3 ciri – ciri nilai:
1. Nilai berkaitan dengan subyek
2. Nilai tampil dalam suatu konteks praktis, dalam pendekatan yang semata – mata teoritis, tidak akan ada nilai
3. Nilai menyangkut sifat – sifat yang “ ditambah” oleh subyek pada sifat – sifat yang dimiliki oleh obyek.
b. Nilai Moral
-                      Setiap moral berhubungan dengan nilai jenis lainnya
-                      Setiap nilai bisa ‘berbobot moral’ bila diikut sertakan dalam tingkah laku moral
-                      Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia misalnya jujur suatu nilai moral
-                      Kesetiaan merupakan nilai moral yang lain misalnya cinta antara suami dan istri.
Nilai moral mempunyai ciri – ciri :
-                      Berkaitan dengan tanggung jawab
-                      Berkaitan dengan suara hati
-                      Mewajibkan Bersifat formal
C. Norma Moral
Norma adalah aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku, sikap, dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. Norma dimaksudkan aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai sesuatu.Ada banyak macam norma antara lain norma yang menyangkut benda dan lain yang menyangkut tingkah laku manusia. Norma umum yang menyangkut tingkah laku manusia sebagai keseluruhan. Norma khusus yang hanya menyangkut afektif tertentu dari apa yang dilakukan manusia contoh norma bahasa.  Norma umum ada 3 macam : Norma Kesopanan/ Etiket, Norma Hukum, Norma Moral

Tidak ada komentar:

Posting Komentar