KONSEP DASAR ETIKA UMUM
MAKALAH
![]() |
OLEH :
POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG
JURUSAN DIV KEBIDANAN
TAHUN
2015
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
..................................................................................................i
BAB I
1.1
LATAR BELAKANG .............................................................................................1
1.2
RUMUSAN MASALAH
.........................................................................................1
1.3
TUJUAN ...............................................................................................................1
1.4
MANFAAT
............................................................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN
..........................................................................................................2
BAB III
3.1
KESIMPULAN
......................................................................................................5
3.2
SARAN .................................................................................................................5
KATA
PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan
kehadhirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul“Konsep Dasar Etika Umum” Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen
pembimbing dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesainya
makalah ini.
Penulis harapkan makalah yang disusun ini dapat bermanfaat bagi penulis
sendiri dan bagi mahasiswa/mahasiswi lainnya yang membaca makalah ini, sehingga
dapat menambah wawasan kita semua.Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan, karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan
dimasa yang akan datang.
Palembang,12 September 2015
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Di zaman modern ini, masalah etika di
Indonesia mulai mengalami penurunan. Sebagian besar masyarakat mulai
mengabaikan persoalan etikanya. Terutama etika dalam pergaulan. Hal ini terjadi
di akibatkan masuknya ajaran-ajaran barat yang akhirnya mengikis ada budaya
masyarakat Indonesia secara perlahan-perlahan.
Di lingkungan masyarakat banyak sekali
orang yang mempersalah kan tentang masalah etika dan moral seseorang.Bahkan
etika dan moral itu adalah hal yang sering dikait-kaitkan oleh masyarakat,seringkali
masyarakat salah mengartikannya dan menganggapnya sama. Akan tetapi,
sesungguhnya mereka berbeda,karna hal itu lah penulis ingin membuat makalah ini
supaya pembaca menjadi tahu perbedaan antara etika dan moral,amoral dan
imoral,etika dan etiket,serta etika sebagai cabang filsafat.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian etika dan moral?
2.
Apa
perbedaan imoral dan amoral?
3.
Apa
perbedaan etika dan etiket?
4.
Bagaimana
etika sebagai cabang filsafat?
5.
Apa
persamaan etika dan etiket?
1.3
Tujuan
1.Memberi
kan informasi tentang pengertian etika dan moral,imoral dan amoral,etika dan
etiket,dan etika sebagai cabang filsafat
2.Meberi
kan informasi tentang perbedaan dan persamaan etika dan etiket
1.4
Manfaat
1.pembaca menjadi tau tentang konsep
dasar etika umum
2. mengetahui perbedaan amoral dan
imoral
3. mengetahui perbedaan etiket dan
etika
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Etika Umum
a)Etika dan Moral
Pengertian moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006): Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku. Pengertian moral dalam Hurlock (Edisi ke-6, 1990) mengatakan bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
a)Etika dan Moral
Pengertian moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006): Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku. Pengertian moral dalam Hurlock (Edisi ke-6, 1990) mengatakan bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
Etika
dan moral adalah hal yang sering dikait-kaitkan oleh masyarakat. Seringkali
masyarakat salah mengartikannya dan menganggapnya sama. Akan tetapi,
sesungguhnya mereka berbeda. Etika/ ethicsberasaldaribahasayunani,etosberartiadat/
budaya, kebiasaan, perilakuataukarakter.dalam bentuk jamak (ta etha)artinya adalah adat
kebiasaan.Etika
juga berarti peraturan/ norma yang
dapatdigunakansebagaiacuanbagiperilakuseseorang yang berkaitandengantindakan
yang baik&buruk yang dilakukanolehseseorang&merupakansuatukewajiban&tanggungjawab
moral.
Istilah “moral” berasal dari bahasa Latin “mos” yang bentuk jamaknya “mores” yang berarti kebiasaan, adat.
Istilah “moral” berasal dari bahasa Latin “mos” yang bentuk jamaknya “mores” yang berarti kebiasaan, adat.
etika
adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan
perbuatan-perbuatan yang di lakukan oleh manusia untuk dikatakan baik atau
buruk, dengan kata lain aturan ataupun pola-pola dari tingkah laku yang di
hasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika pergaulan dalam
masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik & buruknya. Etika itu bersifat
relative yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan & keburukan dalam hidup
manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari
pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.Etik adalah suatu cabang ilmu
filsafat. Yang secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik yaitu disiplin yang
mempelajari tentang baik & buruk sikap dari tindakan manusia. Etika
merupakan sebuah bagian filosofis yang sangat berhubungan erat sekali dengan
nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah, dan
juga penyelesaiannya baik ataupun tidak.
Sedangkan arti “moral”
terbatas hanya pada arti pertama “etika”, yaitu nilai-nilai dan norma-norma
moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah lakunya.Macam atau jenis-jenis dari etika
Karena
sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam-macam jenis dan juga
ragamnya diantaranya :
1. Etika
deskriptif
Memberikan gambaran & ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
Memberikan gambaran & ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
2. Etika
normative
Membahas & mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut ini:
Membahas & mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut ini:
3. Etika
Umum
Membahas
berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam
mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga
prinsip-prinsip moral.
4. Etika khusus
Etika yang
terdiri dari etika sosial, etika individu & etika terapan, pengertiannya
yaitu:
- Etika sosial adalah yang menekankan tanggung jawab sosial & hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya.
- Etika individu adalah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
- Etika terapan adalah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi.
b)Amoral dan Imoral
Amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral, di luar suasana etis, non-moral.mksud nya amoral itu adalah tindakan yang tidak bermoral di lakukan oleh seseorang karna kurang nya pengetahuan atau memiliki kelainan. Immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk, tidak etis,mksud nya tindakan tidak bermoral yang di lakukan seseorang tetapi orang tersebut sudah tau bahwa perbuatan itu salah.
istilah amoral bisa dikaitkan dengan kata berikut:
- Tidak mempunyai relevansi etis (Bertens, 2002:8)
- Tidak berkaitan dengan masalah moral
- Bebas moral
Istilah lain
yang menjadi acuan dalam memahami istilah
immoral adalah:
- Tidak etis
- Jahat
- Tidak bermoral
- Tidak berakhlak
c)Etika dan Etiket
Etika dan etiket memiliki arti yang berbeda. Etika adalah moral dan etiket berarti sopan santun.
Akan tetapi etika dan etiket memiliki persamaan.
1)Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia;
2)Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif.
Sedangkan perbedaan antara etika dan etiket tergambar dalam tabel berikut.
Etika
1)Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan.
Etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri; Contoh jangan mencuri!
2)Etika selalu berlaku walaupun tidak ada saksi mata;
3)Etika jauh lebih absolute;
4)Etika menyangkut manusia dari segi dalam.
Etiket
1)Menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia.
2)Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Jika tidak ada orang lain, etiket tidak berlaku;
3)Etiket bersifat relatif. Berbeda tempat dan budaya, bisa berbeda pula etiketnya;
4)Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah.
d)Etika Sebagai Cabang Filsafat
Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi serta metode pada tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral atau -menerjemahkan berbagai nilai itu ke dalam norma-norma dan menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran dan sebagai filsafat, ia mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik-buruk bagi tingkah laku manusia.
Sebagai ilmu dan filsafat, etika menghendaki ukuran yang umum, tidak berlaku untuk sebagian dari manusia, tetapi untuk semua manusia.
BAB III
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Etika berarti ilmu tentang apa yang biasa
dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.pada awal nya etimologi kata moral
dan etika kedua nya berasal dari dari kata yang berarti adat kebiasaan.
4.2
Saran
Dalam
pergaulan sehari-hari di kita dituntut memiliki etika yang baik agar dapat
hidup berdampingan secara damai dan harmonis dengan orang lain yang memiliki
adat, budaya, suku, ras, agama dan keyakinan yang berbeda dengan kita.
DAFTAR
PUSTAKA
K.
Bertens. (2007).Etika.Jakarta:Gramedia Pustaka Umum
Sibage.
(2013). Makalah Tentang Etika. Diakses 11 April 2013, dari
Aprillia Anidar. (2014). Konsep Dasar
Etika Umum. Diakses 19
September
2014, dari
umum.html
One Science. (2013). Konsep Dasar
Etika Umum. Diakses 02
Februari 2013, dari
umum.html
Erna Mariana. (2013). Makalah Etika.
Diakses 13 Januari 2013, dari
Aprillin. (2009). Amoral Imoral.
Diakses 17 Desember 2009, dari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar